You in here

Sabtu, 07 Januari 2012

SINTESIS NATRIUM TIOSULFAT


I.                   Tujuan
·         Mempelajari sintesis natrium tiosulfat
·         Mengetahui rendemen hasil percobaan

II.                Teori
Pembuatan natrium tiosulfat berdasarkan reaks oksidasi dan reduksi antara natrium sulfit dengan serbuk belerang. Bila belerang ditambahkan berlebihan maka emua natrium sulfit akan berubah menjadi natrium tiosulfat.

III.             Alat dan Bahan
Alat

·         Labu bulat 250 ml
·         Kondensor
·         Oven
·         Penanggas air
·         Neraca analitik
·         Tabung reaksi
·         Gelas piala 50 ml
·         Gelas ukur 10 ml
·         Pipet gondok 5 ml
·         Hot Plate


Bahan

·         5 g Na2SO3.7H2O
·         5 g serbuk belerang
·         5 ml etanol
·         2 ml HCl 1 N


V.                Hasil Pengamatan
Berat kertas saring + kristal = 7 g
Berat kertas saring = 1,54 g
Berat kristal = 5,46 g
                        Massa kristal teoritis:
      Mol Na2SO3.7H2O = gram/Mr  =  5 gram/252 = 0,0198 mol
      Mol S              = gram/Mr  =  5 gram/32 = 0,156 mol

      Na2SO3         +         S          →        Na2S2O3
M      0,0198 mol           0,156 mol
R       0,0198 mol           0,0198 mol            0,0198 mol
S             -                     0,1362 mol             0,0198 mol
      Massa Na2S2O3              =  mol x Mr
                                =  0,0198 mol  x  158 gram/mol
                                            =  3,13 gram
      % rendemen    = (5,46 gram / 3,13 gram) x 100%
                              = 174,4 %

VI.             Pembahasan
      Pada percobaan ini, praktikan mensintesis natrium tiosulfat dimana natrium tiosulfat ini dihasilkan dengan mereaksikan Natrium sulfit berhidrat (Na2SO3.7H2O) dengan belerang. Sintesis ini dilakukan berdasarkan reaksi oksidasi dan reduksi antara natrium sulfit dengan serbuk belerang.
Percobaan ini diawali dengan merefluks natrium sulfit dan belerang dalam sebuah labu alas bulat, tujuan dari refluks ini yakni untuk mempercepat terjadinya reaksi dan reaksi yang terjadi dapat maksimal (sempurna), artinya tidak ada volume yang berkurang pada saat pemanasan. Sebelum dimasukkan dalam labu refluks serbuk belerang dibuat pasta terlebih dahulu menggunakan etanol, ini bertujuan agar serbuk belerang tidak mengapung jika dimasukkan ke dalam labu refluks dan agar dapat larut sempurna. Kemudian ditambahkan batu didih untuk mencegah terjadinya letupan yang besar pada saat pemanasan. Hasilnya disaring untuk memisahkan belerang yang berlebih dan filtratnya dipanaskan hingga volumenya menyusut dari volume awalnya dan menjadi lebih pekat, kemudian didinginkan untuk mendapatkan kristal Natrium tiosulfat. Reaksinya adalah sebagai berikut :
Na2SO3 + S → Na2S2O3
Dari percobaan ini diperoleh berat endapan sebesar 5,46 gram, sedangkan secara teoritis endapan yang seharusnya dihasilkan dari reaksi tersebut adalah 3,13 gram, sehingga % rendemen yang dihasilkan sebesar 174,4 %. Kesalahan terjadi kemungkinan karena endapan yang terbentuk belum murni hanya endapan natrium tiosulfat, mungkin saat direfluks campuran belum begitu homogen.
Natrium tiosulfat ini banyak digunakan dalam fotografi dan digunakan untuk melarutkan perak yang tidak reaktif dari emulsi dengan pembentukan kompleks [Ag(S2O3)] dan [Ag(S2O3)2]3-, sehingga natrium tiosulfat ini diproduksi dalam jumlah banyak di pabrik-pabrik

VII.          Kesimpulan

·            Sintesis natrium tiosulfat dilalukan berdasarkan reaksi oksidasi dan reduksi antara natrium sulfit dengan serbuk belerang.
·            Kristal natrium tiosulfat yang didapat dari percobaan sebesar 5,46 gram sedangkan secara teoritis sebesar 3,13 gram.
·            Rendemen yang didapat sebesar 174,4% dikarenakan kristal belum murni.

VIII.       Daftar Pustaka
Chalid, Sri Yadial. 2007. Penuntun Praktikum Kimia Anorganik. Jakarta : UIN Syarif Hidayatullah
Cotton dan Wilkinson. 1989. Kimia Anorganik Dasar. Jakarta : UI Press
http://banglucky.wordpress.com/2010/02/10/      

IX.             Pertanyaan
1.      Tulis persamaan reaksi pada pembentukan Na2S2O3!
2.      Jelaskan faktoryang mempengaruhi laju penguraian Na2S2O3!
3.      Apa beda tiosulfat dengan tiosulfit?
4.      Kenapa belerang dibuat pasta dengan cara penambahan etanol bukan air?

Jawaban
1.      Na2SO3 + S → Na2S2O3
2.      a. oksidasi tio oleh oksigen dari udara dan pelarut
                  2 Na2S2O3 + O2 → 2Na2SO4 + S↓
b. penguraian oleh bakteri thiococus
c. penguraian oleh CO2 terlarut
                  Na2S2O3 + H2CO3 → NaHCO3 + NaHSO3 + S↓
3.       Tiosulfat :
a.    Ionnya S2O3-2
b.   Merupakan oxianion dari sulfur
c.    Hanya stabil dalam larutan netral atau alkali, tetapi tidak dalam larutan asam, karena dekomposisi sulfit dan sulfur, sulfit aka terdehidrasi menjadi SO2.
d.   Garamnya dapat membentuk garam 5-hidrat (Na2S2O3.5H2O)
e.    Tiosulfat digunakan dalam pengekalan gambar (HYPO) yaitu sebagai agen penurunan.
Tiosulfit :
a.    Ionnya S2O3-2
b.   Terkadang dirujuk atau disamakan dengan tiosulfat
c.    Garamnya membentuk garam anhidrat (Na2S2O3)
4.      Karena serbuk belerang lebih larut dalam etanol (alkohol) dibandingkan dalam air karena sifat kepolarannya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar