You in here

Kamis, 15 Januari 2015

Aktivitas Antioksidan dan Karakteristik Senyawa Hasil Fraksinasi Ekstrak Etanol Biji Kemangi (Ocimum basilicum L.)

ABSTRAK

Chitta Putri Noviani. Aktivitas Antioksidan dan Karakteristik Senyawa Hasil Fraksinasi Ekstrak Etanol Biji Kemangi (Ocimum basilicum L.) dibawah bimbingan Dede Sukandar dan Sandra Hermanto.

Pengujian aktivitas antioksidan dan karakterisasi senyawa hasil fraksinasi ekstrak etanol biji kemangi (Ocimum basilicum L.) telah dilakukan. Isolasi senyawa aktif antioksidan dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol, dan fraksinasi dengan KLT yang dilanjutkan dengan kromatografi kolom, uji antioksidan menggunakan metode DPPH, dan karakterisasi senyawa antioksidan menggunakan spektrofotometer UV-Vis, FTIR dan GCMS. Hasil fraksinasi ekstrak etanol biji kemangi menggunakan n-heksan, etil asetat, n-butanol dan metanol-air menunjukkan bahwa ekstrak n-butanol mempunyai aktivitas antioksidan tertinggi (IC50 = 41,83±2,35 ppm). Hasil kromatografi kolom ekstrak n-butanol dengan fase gerak n-heksan : etil asetat (1 : 9) menghasilkan fraksi 4 (isolat F4) mempunyai noda dominan yang aktif antioksidan setelah disemprot pereaksi DPPH dan diuji aktivitasnya (IC50 = 37,71±1,45 ppm & total fenolik = 0,003±0,0003 mg/g). Hasil analisis UV-Vis menunjukkan adanya gugus kromofor C=O karbonil ( 281,04 nm) dan analisis FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi O-H (u3388,93 cm-1), C-H (u2945,90 cm-1, 2834,73 cm-1, dan 1450,20 cm-1), C=O (u 1707,32 cm-1), C=C (u 1655,04 cm-1), dan C-O (u 1116,12 ; 1032,13 cm-1). Berdasarkan data UV-Vis dan FTIR, senyawa hasil GCMS yang diduga aktif antioksidan, yaitu2,4-di-tert-butil-fenol, metil heksadekanoat, mono(2-etilheksil) ftalat dan skualena.


Kata kunci:    Biji Kemangi (Ocimum basilicum), Ekstrak Etanol, Antioksidan, DPPH, Fenolik.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar